paket wisata dieng bellinda dieng tour
paket wisata dieng bellinda dieng tour
paket wisata dieng bellinda dieng tour
CULTURE FESTIVAL
Ruwatan Anak Rambut Gimbal
dieng culture festival cukur rambut gimbal
dieng culture festival cukur rambut gimbal
dieng culture festival cukur rambut gimbal
dieng culture festival cukur rambut gimbal
dieng culture festival cukur rambut gimbal
dieng culture festival cukur rambut gimbal
Dieng Culture Festival
Upacara Pemotongan Rambut Gimbal


Tentang Dieng Culture Festival


Apa sebenarnya Dieng Culture Festival


Ada acara apa saja di Dieng Culture Festival?


Apa saja rangkaian acara inti Dieng Culture Festival?


Seperti apa sebenarnya anak Rambut Gimbal Dieng?


Bagaimana terjadinya Gimbal?


Keadaan Anak gimbal Dieng


Tentang Dieng Culture Festival

Dieng Culture Festival merupakan Event Nasional terbesar di Dieng Plateau yang di selenggarakan rutin setiap tahunnya. Dieng Culture Festival diselenggarakan dalam acara untuk meruat anak-anak Dieng yang berambut gimbal yang di percaya sebagai titisan Eyang Kolodete sebagai pembuka daerah Dieng.

Dieng Culture Festival di adakan oleh Kelompok Sadar Wisata Dieng seperti pelaku wisata yang berasal dari masyarakat setempat Dieng Plateau dan Dinas Pariwisata terkait. Pada tahun 2010 acara Dieng Culture Festival di adakan secara besar-besaran yang mengundang siapa saja dari segala penjuru Indonesia untuk menyaksikannya.

Apa sebenarnya Dieng Culture Festival

Dieng Culture Festival yang orang awam sering menyebut dengan nama ruwatan rambut gimbal ini kian marak dibicarakan dan menjadi momok siapa saja yang mendengar kata Dieng. Dieng identik dengan keberadaan anak-anak gimbal. Percaya atau tak percaya bahwa anak gimbal itu ada dan nyata. Anda dapat melihat ketika berkunjung ke Dieng agak sedikit aneh dengan anak-anak Dieng yang terlihat rambutnya acak-acakan dan merekat satu sama lain.

Dalam bahasa Indonesia Ruwatan adalah membersihkan/mensucikan jadi anak-anak rambut gimbal akan di ruwat saat Dieng Culture Festival di adakan. Prosesi mensucikan dengan apa yang sudah melekat ke dalam budaya Jawa dan adat istiadat contohnya si anak gimbal Dieng itu sendiri bertujuan untuk mengusir nasib buruk atau kesialan yang telah melekat pada bocah rambut gimbal dan untuk masyarakat Dieng pada umumnya dengan cara mencukur rambut bocah gimbal tersebut yang telah melekat dan menjadi kepercayaan yang harus di lakukan oleh penduduk Dieng.

Ada acara apa saja di Dieng Culture Festival?

Tak heran setiap tahunnya acara Dieng Culture Festival selalu di padati oleh para pengunjung bahkan banyak yang tidak mendapatkan tiket masuk untuk menyaksikan event budaya ini. Ada beberapa rangkaian acara yang biasanya telah menjadi agenda utama saat Dieng Culture Festival berlangsung.

Adapun rangkaian acara yang khusus diadakan dalam memeriahkan acara Dieng Culture Festival diantaranya acara jalan sehat, dilanjutkan dengan acara minum bareng gingseng Dieng yakni purwaceng, ada juga acara pagelaran budaya seperti tari-tarian tradisional yang sering diadakan yakni pagelaran tari lengger, pagelaran wayang kulit, pesta kembang api serta lampion, bakar jagung bersama, adapun pagelaran modern yaitu Jazz di atas awan yang diadakan di area Komplek Candi Arjuna.

Apa saja rangkaian acara inti Dieng Culture Festival?

Acara inti yang biasanya di lakukakan pada saat Dieng Culture Festival yaitu saat hari pemotongan rambut gimbal akan diawali dengan kirab budaya. Orang-orang Dieng akan berjalan yang di dampingi dengan arak-arakan budaya dari rumah Ketua Adat menuju tempat pencukuran rambut gimbal yaitu di Komplek Candi Arjuna Dieng. Sebelum pencukuran berlangsung para bocah gimbal akan di arak menuju Komplek Darmasala untuk mengadakan ritual jamasan. Jamasan adalah acara mensucikan rambut gimbal atau keramas dengan air suci yang telah di pimpin oleh ketua adat.

Suasana hening dan hikmat akan dirasakan saat upacara Jamasan dan pencukuran rambut gimbal berlangsung. Tak ada suara handphone bunyi ataupun suara berisik lainnya karena memang sudah di atur oleh panitia jika ada suara mengganggu makan para pengunjung di harapkan tidak menyaksikan upacara adat ini.

Seusai Jamasan di Komplek Darmasala berakhir, sampailah ke acara inti yaitu pemotongan rambut gimbal yang di adakan di salah satu candi di Komplek Candi Arjuna Dieng. Satu per satu anak-anak rambut gimbal dengan pakaian putih/kain mori suci di panggil oleh pranata acara untuk di ruwat/dicukur oleh kepala adat maupun pejabat/orang-orang penting untuk mewakilinya. Sebelum di cukur pranata acara akan menyebutkan sesuatu yang menjadi permintaan bocah rambut gimbal seperti sepeda, permainan anak, kambing, ayam atau permintaan anak-anak lainnya.

Setelah prosesi cukur rambut gimbal berakhir Anda akan disuguhi acara pesta rakyat yaitu ada berbagai macam hiburan kesenian yang diadakan tepat di sebelah diadakannya acara prosesi pencukuran rambut gimbal.

Seperti apa sebenarnya anak Rambut Gimbal Dieng?

Anak rambut gimbal dipercaya sebagai titisan Kyai Kolodete. Siapa Kyai Kolodete itu? Kyai Kolodete merupakan salah satu kyai yang membuka wilayah Wonosobo khususnya Dieng. Ada 3 Kyai yang dipercaya sebagai pembuka atau babad alas wilayah Wonosobo diantaranya adalah Kyai Walik, Kyai Karim dan Kyai Kolodete.

Konon di percaya Kyai Kolodete bersemayam di Dieng Plateau dan diperkirakan moksa (meninggal tanpa meninggalkan jasad) di Bukit Sikendil. Jika Anda sedang mengunjungi Dieng Plateau Theater tampaklah sebuah bukit yang ada bangunan kecil diatasnya. Itulah Bukit Sikendil dan sampai saat ini masih digunakan sebagai tempat untuk ziarah. Karena rambut gimbal merupakan titisan Kyai Kolodete makanya saat acara pencukuran rambut gimbalpun ada doa-doa yang menyebutkan permintaan maaf serta untuk mengembalikan titipan rambut gimbal karena anak rambut gimbal merupakan anak cucu keturunan dari Kyai Kolodete.

Bagaimana terjadinya Gimbal?

Tak semua anak-anak Dieng memiliki rambut gimbal, hanya beberapa anak saja yang memang dipercaya sebagai titisan sang Kyai Kolodete. Terkadang anak rambut gimbal tidak terjadi karena faktor keturunan atau genetik. Terkadang orang tua bocah gimbal itu memang tidak ada riwayat gimbal semasa kecilnya dan terkadang anaknya akan gimbal jadi dari fakta tersebut gimbal juga tidak berarti karena keturunan dari orang tuanya.

Bocah rambut gimbal memiliki rambut yang merekat satu sama lain tidak dari lahir akan tetapi biasanya saat menginjakkan umur 2 tahun. Ada kejadian unik saat rambut si bocah gimbal akan merekat atau menjadi gimbal yaitu sakit panas terlebih dahulu sebelum gimbal dan akan sembuh ketika rambutnya telah menjadi gimbal.

Bukan berarti anak-anak rambut gimbal Dieng tak pernah keramas. Mereka keramas setiap harinya akan tetapi ada larangan untuk menyisir rambut gimbalnya. Jika rambut gimbalnya di sisir maka bocah tersebut akan sakit-sakitan kembali dan akan sembuh setelah rambutnya tumbuh gimbal seperti semula. Cukup aneh bukan? Tapi memang nyata keadaannya.

Keadaan Anak gimbal Dieng

Anak gimbal Dieng hidup seperti layaknya anak-anak normal biasa. Tidak ada kelainan pshycology yang melekat pada anak-anak gimbal hanya saja mereka memiliki bentuk rambut yang berbeda dari anak-anak lain. Ada yang percaya bahwa keluarga yang memiliki anak rambut gimbal mereka akan merasa bangga karena dipercaya bahwa anak rambut gimbal akan mendatangkan rejeki/membawa berkah.

Jika kita perhatikan ada beragam bentuk rambut gimbal yang melekat di bocah-bocah Dieng diantarnya gimbal pari yaitu gimbal yang bentuknya seperti padi-padian, gimbal jagung yaitu gimbal yang bentuknya seperti bunga jagung, gimbal jata yaitu gimbal seperti balok tebal dan panjang serta gimbal wedus yaitu gimbal seperti bulu domba.

Sebelum di ruwat/dicukur baik mengikuti acara Dieng Culture Festival atau mengadakan upacara keluarga sendiri si bocah gimbal memiliki beberapa permintaan. Permintaan anak rambut gimbal tidaklah serumit yang kita bayangkan akan tetapi permintaan sederhana dan harus dituruti. Adapun beberapa permintaan yang sering diminta oleh anak rambut gimbal sebelum di ruwat seperti sepeda, ayam goreng, kambing, pertunjukan wayang, dan permintaan lainnya seperti makanan atau jajajanan. Jika permintaan tidak di kabulkan maka meskipun di ruwat bocah gimbal itu akan tumbuh gimbalnya kembali.

Fenomena unik rambut gimbal di Dieng memang banyak mengundang para peneliti untuk melakukan research. Fenomena anak rambut gimbal Dieng memang sudah melekat di kehidupan tanah para Dewa ini yang memang menyangkut sebuah kepercayaan yang turun temurun dan masih menjadi tradisi sampai saat ini. Dieng is mysterious land.