paket wisata dieng bellinda dieng tour
paket wisata dieng bellinda dieng tour
paket wisata dieng bellinda dieng tour
CANDI ARJUNA
Terdiri dari 5 Bangunan candi
komplek candi arjuna dieng jawa tengah
komplek candi arjuna dieng jawa tengah
komplek candi arjuna dieng jawa tengah
komplek candi arjuna dieng jawa tengah
komplek candi arjuna dieng jawa tengah
komplek candi arjuna dieng jawa tengah
Komplek Candi Arjuna
Candi yang Ramai Dikunjungi


Tentang Komplek Candi Arjuna


Ada 5 bangunan candi


Apa saja yang dapat dilakukan


Fenomena unik yang dapat disaksikan


Cara menuju Komplek Candi Arjuna


Tentang Komplek Candi Arjuna

Selain keindahan alamnya Anda dapat berwisata sejarah disini. Menapak tilas peninggalan nenek moyang berupa bangunan candi menjadi kegiatan yang asyik dan menyenangkan. Dieng merupakan peninggalan peradapan kerajaan Hindu di Pulau Jawa. Dieng dapat juga di katakan sebagai peradapan Hindu tertua di pulau Jawa. Hal ini terlihat dari mahakarya nenek moyang kita jaman dahulu kala yang berupa Candi. Candi-candi yang di bangun di Dataran Tinggi Dieng memiliki karakteristik tersendiri. Berbeda dengan bangunan Candi Hindu yang terletak di Klaten dan Jogjakarta yaitu Candi Prambanan.

Candi Dieng mempunyai bentuk yang kecil tidak seperti Candi Hindu lainnya. Ukiran di setiap bangunan candi pun masih terlihat sangat sederhana bahkan jarang di dapatkan.

Obyek wisata Dieng berupa sejarah di Dieng yang menjadi sasaran utama para pelancong baik domestik maupun mancanegara adalah di Komplek Candi Arjuna. Komplek Candi Arjuna terbilang satu-satunya lokasi yang memiliki beberapa candi yang tergabung di satu lokasi.

Sebenarnya nama-nama candi Dieng belum di ketahui apa sebenarnya nama aslinya karena belum ada prasasti yang menyatakan tentang penamaan candi-candi di peradaban lampau khususnya Dieng. Candi-candi di Dieng seperti yang ada di area Komplek Candi Arjuna yang menamai adalah penduduk setempat di masa sekarang, mereka mengambil nama-nama candi tersebut dari kisah Mahabarata.

Ada 5 bangunan candi

Komplek Candi Arjuna merupakan satu-satunya area purbakala yang masih menyisakan bangunn kuno berupa candi-candi beraliran Hindu. Di komplek candi inilah berdiri 5 bangunan candi yang masih kokoh dan masih indah dinikmati dan dipandang mata. kelima candi itu dinamai tokoh-tokoh pewayangan yaitu Candi Arjuna yang ada di ujung kanan, kemudian tepat di depan Candi Arjuna adalah Candi Semar, kemudian disamping Candi Arjuna ada Candi Srikandi, Candi Puntadewa serta yang terkhir adalah candi Sembadra.

Candi Arjuna

Candi Arjuna merupakan candi yang terlihat paling bagus dan paling sempurna di komplek candi ini, makanya area ini sering disebut Komplek Candi Arjuna padahal ada lima candi disini. Candi Arjuna mempunyai ukuran 6m x 6m. Candi Arjuna menghadap ke barat dan memiliki Yoni di dalamnya yang berfungsi untuk menampung air yang menetes dari langit-langit candi. Ada ukiran kala dan makara di bagian depan candi. Yang membedakan candi satu dengan candi lainnya di Dieng adalah bentuk kala. Candi Arjuna memiliki ukiran kala yang khas yaitu kala tipe Jawa dengan gambar mata agak tertutup serta memakai perhiasan genta di telinganya. Fungsi dari kala di Candi ini merupakan salah satu penjaga candi.

Candi Srikandi

Candi Srikandi merupakan bagian dari Komplek Candi Arjuna Dieng. Candi ini berukuran 3,84 m x 3,84 m berbentuk dasar persegi. Candi Srikandi merupakan salah satu candi yang memiliki relief di ketiga sisinya yaitu relief para Dewa dalam agama Hindu. Di bagian selatan terdapat relief Dewa Brahma yaitu yang digambarkan dewa yang berkepala 4, bertangan 4, kedua tangan di depan dada dalam sikap menyembah. Tangan kanan memegang "aksamala" dan tangan kiri memegang "camara".

Di sebelah timur terdapat relief Civa yang mempunyai ciri-ciri tangan kanan memegang aksamala, tangan kiri memegang camara, upawita berupa ular, dan pada dahinya tedapat tri netra.

Relief Dewa Wisnu berada di sisi utara yang digambarkan dewa bertangan empat. Tangan kanan memegang tombak, tangan kanan belakang memegang cakra.

Candi Puntadewa

Candi Puntadewa merupakan salah satu candi tertua di komplek candi ini yang bisa terlihat dari jenis batunya yang sudah agak berlumut dibanding candi-candi lainnya. Candi Puntadewa memiliki ukuran 4,44 m x 4.44 m. Candi ini terlihat agak langsing dari pada candi lainnya akan tetapi ujung candinya tak tampak sempurna seperti Candi Arjuna. Candi Puntadewa menghadap ke barat dan pastinya di hiasi kala dan makara.

Candi Sembadra

Candi Sembadra berada di ujung kiri dari rentetan candi-candi yang ada di Komplek Candi Arjuna. Candi Sembadra memiliki ukuran 3.20 m x 3.20 m dengan pintu masuk bagian atas memiliki relief kala agak besar dan kepala makara berbentuk kepala ikan dan dari mulutnya keluar makhluk bersayap.

Candi Semar

Candi semar merupakan salah satu candi yang memiliki bentuk dasar berbeda yaitu berbentuk persegi panjang dengan ukuran 3.5 m x 7 m. Kaki Candi Semar terdiri dari susunan bentuk padma. Bentuk bagian tubuh candi dan kaki candi sama hanya ukuran kaki candi yang berbeda. Disisi dinding kanan dan dinding kiri terdapat lubang kecil berbentuk genta yang berguna sebagai ventilasi bangunan candi. Candi Semar di perkirakan sebagai candi pendamping dari Candi Arjuna yang berfungsi sebagai tempat menyimpan peralatan sesaji.

Apa saja yang dapat dilakukan

Di kawasan Komplek Candi Arjuna Anda dapat bersantai-santai di tepi komplek candi. Udara yang sejuk akan membuat siapa saja betah untuk berkunjung. Bagi Anda yang suka akan pengetahuan sejarah di sanalah lahannya. Ada banyak bangunan candi-candi Hindu kuno yang mengundang untuk diteliti. Dari pintu masuk rentetan pondasi-pondasi mirip dasar rumah terlihat disana. Yaitu di Komplek Darmasala sebagai bangunan rumah jaman dulu berada di area sebelum masuk Komplek Candi Arjuna.

Saat duduk-duduk santai di area candi Anda dapat berfoto-foto dengan boneka-boneka lucu berbentuk teletubbies berwarna merah, kuning, ungu dan hijau di rerumputan depan candi. Siapa saja boleh berfoto dengan boneka-boneka lucu ini hanya dengan membayar biaya foto saja moment yang tak terlupakan akan di abadikan. Tak hanya boneka-boneka lucu teletubbies yang meramaikan komplek candi ini. Anda juga dapat berfoto-foto dengan orang-orang yang berpakaian tarian Rampak Yakso yang ada di depan bangunan Candi Dieng.

Jika tour ke Dieng baik mengikuti paket wisata atau jalan sendiri dengan rombongan biasanya mereka akan mengadakan funs game. Nah di Komplek Candi Arjuna ini biasanya orang-orang kerap sekali mengadakan funs game. Bisa juga memanfaatkan sekitar candi yang khusus digunakan untuk out bound baik flaying fox atau game ringan.

Dieng terkenal akan budaya uniknya, yang dirayakan 1 tahun sekali yaitu pada saat diselenggarakan Dieng Culture Festival. Komplek Candi Arjuna merupakan salah satu tempat bersejarah yang terpilih sebagai tempat diselenggarakannya even Dieng Culture Festival yaitu acara ruwat rambut gimbal.

Fenomena unik yang dapat disaksikan

Saat musim kemarau tiba tepatnya di bulan July, Agustus dan september udara di Dieng sangatlah ekstrim. Area Dieng Plateau bersuhu hingga minus 3 derajad celcius. Banyak orang menyebut bahwa Dieng adalah Eropanya Indonesia. Di saat inilah Anda dapat menyaksikan embun-embun pagi yang berubah menjadi butiran kristal-kristal es di atas dedaunan, pepohonan serta atap-atap yang terbuat dari ijuk. Di Komplek Candi Arjuna Dieng inilah Anda bisa menyaksikan hamparan kristal-kristal es yang sering di sebut salju Dieng. Di saat inilah Anda disarankan untuk memakai sepatu dengan jaket tebal.

Cara menuju Komplek Candi Arjuna

Untuk memasuki Komplek Candi Arjuna Dieng sangat lah mudah. Jika melewati jalur Wonosobo-Dieng, sesampainya di pertigaan Dieng ambil arah yang ke Banjarnegara yaitu belok kanan. disitulah ada petunjuk untuk menuju ke arah Candi Arjuna yang berada di sebelah kiri jalan.

Bebatuan yang membentuk fondasi rumah dan reruntuhan kerangka candi akan mengawali pemandangan saat memasuki Komplek Candi Arjuna. Terlebih dahulu kita melewati komplek Darmasala yaitu tumpukan bebatuan yang merupakan fondasi dari rumah-rumah nenek moyang orang Dieng dulu.

Pepohonan cemara khas pegunungan tertata rapi di sisi kanan dan kiri yang menambah elok perjalanan menuju Komplek Candi Arjuna. Kita hanya membutuhkan waktu yang cukup singkat untuk sampai ke objek wisata yang satu ini. Hanya berjarak 35 meter saja kita sampai di titik utama dimana ke lima candi terlihat disitu.

Hamparan rerumputan hijau yang di kelilingi pohon cemara sebagai pagar dari bangunan candi ini semakin terlihat sempurna. Landscape ciptaan Tuhan yang begitu sempurna hadir di kawasan ini mampu membuat para pelancong tunduk pada alam. Untuk mengunjungi Komplek Candi Arjuna tiada waktu khusus seperti saat mengunjungi Telaga Warna. Kapanpun akan terlihat bagus baik di musim kemarau maupun penghujan